
Pendahuluan
Bali bukan hanya destinasi wisata kelas dunia, tapi juga menjadi primadona baru dalam dunia investasi properti. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan properti di Bali menunjukkan tren positif, didorong oleh lonjakan wisatawan, pembangunan infrastruktur, dan ketertarikan investor global.
1. Pertumbuhan Pariwisata Meningkatkan Permintaan
Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali terus meningkat setiap tahunnya. Lonjakan ini menciptakan permintaan yang besar terhadap akomodasi seperti villa, hotel, dan homestay, yang otomatis membuka peluang besar bagi investor properti.
2. ROI Menjanjikan dari Sektor Hospitality
Properti seperti villa sewa harian memiliki potensi Return on Investment (ROI) yang tinggi, khususnya di daerah seperti Seminyak, Canggu, dan Ubud. Banyak investor yang bisa mendapatkan ROI antara 8% hingga 15% per tahun, lebih tinggi dari deposito atau saham berisiko tinggi.
3. Pembangunan Infrastruktur
Proyek besar seperti Bali MRT, perluasan bandara, dan pembangunan kawasan strategis seperti Bali Smart Island memperkuat daya tarik Bali sebagai tujuan investasi jangka panjang.
4. Legalitas yang Semakin Jelas
Pemerintah mulai merapikan regulasi untuk mempermudah investor asing dan lokal, termasuk dalam hal hak sewa (leasehold) dan kerjasama dengan badan hukum Indonesia.
5. Diversifikasi Investasi yang Cerdas
Investasi properti di Bali bukan hanya untuk disewakan kepada turis. Banyak investor yang mengembangkan properti sebagai tempat retreat, coworking, bahkan properti kesehatan (wellness property).