
Pendahuluan
Investasi properti menjanjikan keuntungan besar, tetapi juga menyimpan risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Banyak investor pemula yang jatuh ke dalam jebakan kesalahan klasik yang sebenarnya bisa dihindari dengan riset dan strategi yang tepat.
1. Tidak Melakukan Reset Pasar
Banyak investor membeli properti hanya karena “ikut-ikutan tren” tanpa benar-benar memahami potensi pasar, harga sewa, atau tingkat permintaan di lokasi tersebut. Penting untuk menganalisis lokasi, demografi penyewa, dan tren properti lokal.
2. Meremehkan Biaya Tambahan
Biaya seperti pajak, perawatan rutin, biaya legal, dan asuransi sering kali diabaikan. Ini bisa menggerus margin keuntungan secara signifikan jika tidak diperhitungkan sejak awal.
3. Mengabaikan Aspek Legalitas
Properti yang tidak memiliki izin lengkap (IMB, sertifikat, izin sewa) bisa menyebabkan masalah hukum yang kompleks. Pastikan semua dokumen valid sebelum menandatangani perjanjian.
4. Overestimasi Penghasilan
Banyak yang tergiur dengan estimasi penghasilan sewa tanpa memperhitungkan masa low season, vacancy rate, atau risiko force majeure seperti pandemi. Gunakan estimasi konservatif dalam menghitung potensi ROI.
5. Tidak Memiliki Rencana Exit
Investasi tanpa strategi keluar (exit plan) seperti penjualan kembali atau alih kelola ke operator profesional bisa membuat aset menjadi beban. Selalu siapkan skenario alternatif untuk menjaga likuiditas.